Sains · 5 menit

Kenapa Ban Sepeda Bisa Membuat Kita Berhenti?

Saat tuas rem ditekan, bantalan rem menjepit pelek atau cakram sehingga roda melambat. Ban yang mencengkeram jalan membantu memperlambat seluruh sepeda dan pengendaranya.

Gesekan remCengkeraman banEnergi gerak berubah
Lihat cara sepeda berhenti
Robot ilmuwan mengerem sepeda sambil memperlihatkan ban menyentuh permukaan jalan.

Dua titik gesekan

Rem memperlambat roda; ban meneruskan gaya ke jalan.

Ban tidak bekerja sendirian sebagai rem. Sepeda berhenti melalui kerja rem, kontak ban dengan jalan, dan gaya yang memperlambat gerak sepeda.

Tuas menarik rem, bantalan menjepit roda, lalu cengkeraman ban membantu sepeda melambat.

01 · TUAS REM

Tarikan tangan diteruskan ke rem

Tuas menggerakkan kabel atau sistem hidraulis yang mendorong bantalan rem ke pelek roda atau cakram.

02 · RODA MELAMBAT

Gesekan menahan putaran roda

Bantalan rem menekan permukaan pelek atau cakram yang berputar. Gaya gesek menurunkan putaran roda dan mengubah sebagian energi gerak menjadi panas.

03 · BAN DAN JALAN

Cengkeraman membuat sepeda ikut melambat

Kontak ban dengan permukaan jalan memberi gaya yang memperlambat sepeda. Jika ban kehilangan cengkeraman dan selip, kendali justru berkurang.

Riset

Gesekan mengubah energi gerak menjadi panas.

Sepeda dan pengendaranya memiliki energi kinetik saat bergerak. Ketika rem bekerja, energi itu berpindah terutama menjadi energi panas pada bantalan dan permukaan rem.

Robot memperlihatkan panas pada cakram rem dan gaya cengkeram antara ban dengan jalan.

Bantalan bertemu pelek atau cakram

Pada rem pelek, bantalan menekan sisi pelek. Pada rem cakram, bantalan menjepit rotor. Keduanya memakai gesekan untuk memperlambat putaran roda.

Ban harus tetap mencengkeram

Gesekan antara ban dan jalan membantu gaya pengereman memperlambat sepeda. Permukaan licin atau ban yang selip mengurangi kendali.

Pengereman juga menghasilkan panas

Energi gerak tidak lenyap; sebagian berubah menjadi energi termal di sistem rem dan sekitarnya. Karena itu, rem bisa terasa hangat setelah digunakan.

Mitos

Ban saja yang menghentikan sepeda ketika tuas rem ditekan.

Mitos.

Tuas mengaktifkan bantalan yang menekan pelek atau cakram untuk memperlambat roda. Gesekan ban dengan jalan kemudian memberi cengkeraman agar sepeda melambat dengan terkendali.

Fakta

Rem mengubah sebagian energi gerak menjadi panas melalui gesekan.

Fakta.

Kontak bantalan dengan pelek atau cakram menahan putaran dan mengubah energi mekanik menjadi energi termal.

Contoh

Kondisi jalan ikut menentukan cengkeraman ban.

Sepeda lebih mudah dikendalikan saat ban tetap memiliki kontak yang baik dengan permukaan jalan.

Robot pesepeda membandingkan pengereman terkendali pada jalan kering dan jalan basah.

Jalan kering

Ban mendapat cengkeraman

Permukaan yang kering umumnya memberi kontak lebih konsisten, meski kondisi ban dan permukaan tetap berpengaruh.

Jalan basah atau berpasir

Cengkeraman bisa berkurang

Air, pasir, atau permukaan licin dapat membuat ban lebih mudah kehilangan traksi. Kurangi kecepatan dan hindari pengereman mendadak.

Roda terkunci

Ban dapat selip

Jika rem membuat roda terkunci, ban bisa meluncur di jalan sehingga sepeda lebih sulit diarahkan. Pengereman bertahap membantu menjaga kendali.

Cek pemahaman

Cek pemahamanmu.

0/3 terjawab

Robot menunjukkan bantalan rem di roda dan titik kontak ban dengan jalan.

Soal 1 / 3

Apa yang disentuh bantalan saat rem sepeda diaktifkan?

Soal 2 / 3

Apa peran gesekan ban dengan jalan?

Soal 3 / 3

Ke mana sebagian energi gerak berpindah saat rem digunakan?

Geser kiri/kanan atau pakai tombol di samping