Sains · 5 menit

Kenapa Apel Berubah Cokelat?

Apel yang baru dipotong tampak pucat, tetapi beberapa saat kemudian permukaannya menggelap. Perubahan warna itu terjadi ketika bagian dalam sel apel bertemu udara.

Sel apel terbukaEnzim bertemu oksigenPigmen cokelat terbentuk
Lihat reaksi di permukaan apel
Robot ilmuwan mengamati apel yang baru dipotong; satu sisi irisan mulai berubah kecokelatan.

Di permukaan potongan

Potongan apel mempertemukan bahan yang sebelumnya terpisah.

Di dalam sel utuh, enzim dan senyawa fenolik berada dalam kompartemen yang berbeda. Pisau atau benturan merusak sebagian sel, sehingga keduanya bertemu dengan oksigen dari udara.

Penampang sederhana sel apel yang terbuka mempertemukan enzim, senyawa fenolik, dan oksigen hingga muncul pigmen cokelat.

01 · SEL TERBUKA

Potongan merusak sebagian sel

Saat apel diiris, digigit, atau memar, dinding sebagian sel pecah dan isi sel bercampur di area yang terluka.

02 · OKSIGEN MASUK

Enzim bertemu senyawa fenolik

Enzim polifenol oksidase (PPO) menggunakan oksigen untuk mengubah senyawa fenolik alami dalam apel menjadi molekul reaktif.

03 · WARNA BERUBAH

Molekul reaktif membentuk pigmen gelap

Produk reaksi kemudian bergabung menjadi pigmen berwarna cokelat. Perubahan ini terlihat terutama di permukaan yang terkena udara.

Riset

Pencokelatan ini merupakan reaksi enzimatis.

PPO mempercepat oksidasi senyawa fenolik setelah jaringan apel rusak. Banyak faktor—termasuk varietas apel, suhu, tingkat kerusakan, dan ketersediaan oksigen—memengaruhi seberapa cepat warna berubah.

Robot mengamati enzim di permukaan apel dan menunjukkan bahwa akses oksigen serta suhu memengaruhi laju pencokelatan.

Enzim bertindak sebagai pemercepat

PPO membantu reaksi berlangsung lebih cepat, tetapi enzim bukan pigmen cokelat itu sendiri. Pigmen terbentuk melalui rangkaian reaksi setelahnya.

Oksigen diperlukan

Jika permukaan potongan mendapat lebih sedikit kontak dengan udara, oksidasi melambat. Menutup permukaan atau merendam irisan dapat membantu memperlambatnya.

Setiap apel bisa berbeda

Kandungan senyawa fenolik dan aktivitas enzim tidak sama pada semua varietas, sehingga ada apel yang lebih cepat menggelap daripada yang lain.

Mitos

Warna cokelat muncul karena apel langsung membusuk setelah dipotong.

Mitos.

Pencokelatan pada potongan segar terutama merupakan reaksi kimia yang dipicu kerusakan sel dan oksigen. Warna cokelat saja tidak membuktikan apel telah busuk, walaupun kesegaran dan kondisi penyimpanan tetap perlu diperhatikan.

Fakta

Enzim PPO, senyawa fenolik, dan oksigen berperan dalam pencokelatan apel.

Fakta.

Ketika sel rusak, PPO dapat mengoksidasi senyawa fenolik. Produk reaksi lanjutan membentuk pigmen gelap yang terlihat di permukaan.

Contoh

Mengurangi kontak udara membantu menjaga irisan tetap cerah.

Beberapa cara dapur memperlambat reaksi dengan mengurangi oksigen di permukaan atau mengubah kondisi enzim.

Robot membandingkan irisan apel terbuka dengan apel tertutup, didinginkan, dan diberi sedikit perasan lemon.

Tutup rapat irisan

Kurangi udara yang menyentuh permukaan

Wadah tertutup atau pembungkus menurunkan kontak dengan oksigen dan dapat memperlambat penggelapan.

Simpan dalam keadaan dingin

Reaksi berlangsung lebih lambat

Pendinginan memperlambat aktivitas banyak reaksi enzimatis, meski tidak menghentikannya sepenuhnya.

Tambahkan sedikit sari lemon

Lingkungan lebih asam memperlambat PPO

Keasaman dan antioksidan seperti vitamin C dapat membantu menunda pencokelatan; rasa apel juga bisa berubah.

Cek pemahaman

Cek pemahamanmu.

0/3 terjawab

Robot ilmuwan menunjuk irisan apel dengan area cokelat dan kaca pembesar.

Soal 1 / 3

Apa yang memulai pencokelatan pada permukaan apel yang dipotong?

Soal 2 / 3

Mengapa irisan yang tertutup dapat lebih lama tetap cerah?

Soal 3 / 3

Apakah warna cokelat pada irisan segar dengan sendirinya berarti apel busuk?

Geser kiri/kanan atau pakai tombol di samping