Informasi setelah kejadian
Detail yang keliru dalam pertanyaan atau percakapan dapat memengaruhi apa yang kemudian dilaporkan seseorang tentang kejadian yang sama.
Sains · 5 menit
Kadang kita yakin pernah melihat atau mengalami sesuatu, padahal detail itu datang dari cerita orang lain atau bayangan kita sendiri. Ini bisa terjadi tanpa sengaja.

SAAT MENGINGAT
Sebuah pengalaman tidak selalu tersimpan sebagai salinan lengkap. Saat mengingatnya, otak menyatukan potongan yang masih diingat dengan pengetahuan dan informasi yang datang kemudian.

01 · MENGALAMI
Perhatian, sudut pandang, dan waktu membuat sebagian detail lebih kuat daripada yang lain. Pengalaman tidak terekam seperti video yang sempurna.
02 · MENDAPAT INFO BARU
Setelah kejadian, pertanyaan yang mengarahkan, cerita teman, atau foto yang keliru dapat menambahkan detail baru ke pengetahuan kita tentang peristiwa itu.
03 · MENGINGAT LAGI
Kita mungkin masih mengingat detailnya, tetapi lupa apakah detail itu dilihat langsung, didengar dari orang lain, atau hanya dibayangkan. Kekeliruan sumber ini dapat membuat ingatan terasa nyata.
Riset
Eksperimen psikologi menunjukkan informasi yang menyesatkan setelah suatu kejadian dapat memengaruhi laporan ingatan. Membayangkan suatu kejadian juga kadang membuatnya terasa lebih akrab, tetapi efeknya berbeda-beda dan tidak membuat semua orang percaya pada peristiwa rekaan.

Detail yang keliru dalam pertanyaan atau percakapan dapat memengaruhi apa yang kemudian dilaporkan seseorang tentang kejadian yang sama.
Jika suatu kemungkinan dibayangkan berulang kali, rasa akrabnya dapat meningkat. Kadang orang keliru menilai rasa akrab itu sebagai bukti bahwa kejadian benar-benar dialami.
Rasa yakin adalah pengalaman subjektif, bukan pemeriksaan fakta. Detail yang terasa jelas pun bisa tercampur dengan informasi dari sumber lain.
Mitos
“Kalau seseorang menceritakan ingatan dengan yakin, berarti ia pasti berbohong jika detailnya salah.”
Keliru.
Ingatan yang keliru dapat muncul tanpa niat menipu. Seseorang mungkin sungguh merasa mengingat detail itu, meski sumber atau isi detailnya tidak tepat.
Fakta
“Informasi yang diterima setelah kejadian bisa memengaruhi ingatan tentang kejadian itu.”
Benar.
Efek misinformasi telah diteliti dalam eksperimen ingatan saksi. Pengaruhnya tergantung situasi, jenis informasi, dan apakah orang menyadari adanya pertentangan.
Contoh
Kita melihat sepeda biru lewat, lalu teman menyebutnya sepeda merah. Beberapa waktu kemudian, sumber warna itu bisa terasa kabur.

Detail yang diperhatikan
Kita mungkin fokus pada sepeda, tetapi tidak memperhatikan warna dengan saksama.
Informasi tambahan masuk
Teman menyebut warna lain atau kita melihat foto yang sebenarnya berasal dari kejadian berbeda.
Sumbernya tertukar
Warna yang didengar dapat terasa seperti detail yang kita lihat sendiri.
Cek pemahaman
0/2 terjawab

Soal 1 / 2
Soal 2 / 2
Geser kiri/kanan atau pakai tombol di samping