Sains · 5 menit

Bagaimana Fosil Bisa Terbentuk?

Tulang yang kita temukan di batu bukan sekadar sisa tubuh yang tertinggal begitu saja. Perlu kondisi khusus agar bagian tubuh atau jejak makhluk hidup bisa tersimpan selama jutaan tahun.

Tertimbun sedimenMineralisasiJejak kehidupan
Ikuti perjalanan fosil
Robot paleontolog memeriksa fosil dinosaurus yang tertanam di batu.

Materi

Fosil terbentuk lewat proses yang panjang.

Ada banyak jalur fosilisasi. Salah satu yang umum dimulai ketika sisa organisme cepat terkubur dalam lumpur, pasir, atau sedimen lain.

Tahapan pembentukan fosil cangkang: tertinggal di dasar, terkubur sedimen, mineral mengisi rongga, lalu ditemukan di batuan berlapis.
  1. 01 · SISA KEHIDUPAN

    Organisme mati atau meninggalkan jejak

    Fosil dapat berawal dari tulang, gigi, cangkang, atau daun. Jejak kegiatan seperti tapak kaki juga bisa menjadi bukti kehidupan masa lalu.

  2. 02 · TERKUBUR

    Sedimen menutupinya dengan cepat

    Lapisan lumpur atau pasir yang menimbun sisa organisme membantu melindunginya dari pemakan bangkai, pelapukan, dan penguraian.

  3. 03 · MINERAL

    Air tanah membawa mineral

    Air yang meresap melalui sedimen dapat membawa mineral ke pori-pori tulang atau kayu. Mineral dapat mengisi ruang kecil atau mengganti sebagian bahan aslinya.

  4. 04 · BATUAN

    Lapisan mengeras dan menyimpan fosil

    Sedimen yang tertimbun lama dapat memadat dan menjadi batuan. Jauh kemudian, pengangkatan dan erosi mungkin membuka lapisan yang menyimpan fosil itu.

Riset

Fosil tidak selalu berupa tulang yang membatu.

Fosil adalah bukti kehidupan purba yang tersimpan dalam rekaman geologi. Bentuknya bisa berupa bagian tubuh, jejak aktivitas, cetakan, atau sisa yang terawetkan dengan cara lain.

Robot membandingkan cetakan cangkang dan bentuk isi mineralnya di dalam batu.

Fosil tubuh

Tulang, gigi, cangkang, dan kayu purba dapat tersimpan sebagai fosil. Bagian keras lebih sering terawetkan daripada jaringan lunak.

Fosil jejak

Tapak kaki, liang, atau jejak aktivitas lain merekam apa yang dilakukan organisme, walau tubuhnya sendiri tidak ikut tersimpan.

Cetakan dan sisa terawetkan

Cangkang dapat meninggalkan rongga berbentuk tubuhnya yang kemudian terisi mineral. Dalam kondisi langka, organisme juga dapat terawetkan dalam getah yang menjadi amber, es, atau lingkungan sangat kering.

Mitos

Semua fosil terbentuk ketika tulang berubah menjadi batu.

Mitos.

Ada fosil berupa jejak kaki, cetakan, impresi daun, dan sisa yang terawetkan tanpa menjadi batu secara langsung.

Fakta

Penguburan cepat dan bagian tubuh yang keras memperbesar peluang fosil terbentuk.

Fakta.

Sedimen yang cepat menutupi sisa organisme membantu melindunginya, sedangkan tulang dan cangkang lebih tahan lama daripada jaringan lunak.

Contoh

Tiga petunjuk kehidupan yang bisa menjadi fosil.

Bentuk fosil yang berbeda menyimpan cerita yang berbeda pula tentang masa lalu.

Robot memperhatikan jejak kaki yang terawetkan pada lapisan batu.

Tapak kaki

Merekam gerakan

Kaki yang menekan lumpur lunak dapat meninggalkan jejak. Jika jejak cepat tertutup sedimen dan kemudian mengeras, bentuknya bisa terawetkan.

Robot memeriksa impresi daun pakis yang tampak pada lempeng batu.

Daun pakis

Meninggalkan impresi

Daun yang tertekan di antara sedimen halus dapat meninggalkan pola atau impresi pada batu, meski bahan daunnya sudah hilang.

Robot membandingkan cangkang fosil dan impresi cangkang pada batu.

Cangkang

Membentuk fosil tubuh atau cetakan

Cangkang yang terkubur dapat terawetkan. Jika cangkangnya larut, rongga yang tertinggal bisa menjadi cetakan atau terisi mineral membentuk cast.

Cek pemahaman

Cek pemahamanmu.

0/3 terjawab

Robot mengangkat sebuah fosil cangkang sambil menunjuk ke atas untuk menjawab kuis.

Soal 1 / 3

Mengapa penguburan cepat membantu proses fosilisasi?

Soal 2 / 3

Manakah yang termasuk fosil jejak?

Soal 3 / 3

Apakah semua fosil harus terbentuk dari tulang yang termineralisasi?

Geser kiri/kanan atau pakai tombol di samping