Sains · 6 menit

Apa yang Terjadi Kalau Manusia Tidak Pernah Tidur?

Tidur bukan tombol jeda bagi tubuh. Saat kita terlelap, otak dan tubuh menjalankan proses penting; bila tidur terus hilang, fokus dan reaksi mulai terganggu, lalu dampaknya dapat meluas.

Fokus menurunReaksi melambatTubuh perlu pulih
Lihat apa yang terjadi
Robot ilmuwan mengamati seseorang yang sedang tidur sambil memikirkan pentingnya istirahat.

Saat tidur terus hilang

Semakin lama terjaga, semakin sulit otak menjaga fokus.

Dampaknya tidak muncul dengan urutan dan kecepatan yang sama pada semua orang. Kurang tidur berulang juga berbeda dari satu malam tidur yang terganggu.

Robot menunjukkan perubahan dari pikiran yang fokus menjadi lelah ketika tidur terus berkurang.

PERHATIAN

Pikiran lebih mudah kehilangan fokus

Kurang tidur dapat membuat kita lebih sulit berkonsentrasi, belajar, mengingat informasi, dan mengambil keputusan.

REAKSI

Respons bisa melambat sesaat

Saat sangat mengantuk, otak dapat mengalami microsleep: tidur sangat singkat yang muncul tanpa disadari. Ini berbahaya ketika berkendara atau mengoperasikan mesin.

JIKA BERULANG

Pemulihan tubuh ikut terganggu

Kekurangan tidur yang berulang dikaitkan dengan gangguan suasana hati dan risiko kesehatan yang lebih tinggi. Tidur membantu menjaga fungsi otak, metabolisme, dan pertahanan tubuh.

Riset

Tidur membantu otak dan tubuh bekerja dengan baik.

Kebutuhan tidur berbeda menurut usia dan individu. CDC menyarankan orang dewasa usia 18–60 tahun tidur setidaknya tujuh jam per malam; remaja usia 13–17 tahun umumnya membutuhkan delapan sampai sepuluh jam.

Robot menjelaskan hubungan tidur dengan perhatian, ingatan, suasana hati, dan fungsi tubuh.

Perhatian dan ingatan

Tidur mendukung proses belajar dan mengingat. Saat kurang tidur, perhatian lebih mudah terputus dan tugas terasa lebih sulit.

Suasana hati

Kurang tidur dapat membuat pengaturan emosi lebih sulit dan memengaruhi cara kita merespons keadaan sehari-hari.

Kesehatan tubuh

Tidur turut mendukung metabolisme, respons imun, dan kesehatan jantung. Kekurangan yang berlangsung lama berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan.

Mitos

Ada jumlah hari pasti yang bisa dijadikan batas manusia akan bertahan tanpa tidur.

Mitos.

Tidak ada angka universal yang aman atau dapat meramalkan nasib setiap orang. Dampaknya bergantung pada kondisi dan situasi; berjaga ekstrem juga tidak layak dijadikan percobaan.

Fakta

Kurang tidur dapat menimbulkan jeda perhatian dan microsleep tanpa disadari.

Fakta.

Otak yang mengantuk bisa sesaat tertidur meski mata tampak terbuka. Karena itu, mengemudi atau bekerja dengan mesin saat mengantuk berat berisiko.

Contoh

Dampak kurang tidur terasa dalam kegiatan biasa.

Tidak perlu menunggu sampai tubuh benar-benar kelelahan untuk melihat pengaruh tidur pada rutinitas.

Robot membandingkan kesulitan fokus ketika mengantuk dengan istirahat malam yang cukup.

Belajar

Lebih sulit menyerap hal baru

Pikiran yang lelah lebih mudah terdistraksi, sehingga membaca atau mengikuti pelajaran bisa terasa lebih berat.

Perjalanan

Jeda reaksi meningkatkan risiko

Microsleep atau respons yang melambat dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain saat berada di jalan.

Rutinitas

Jadwal tidur teratur membantu

Waktu tidur cukup dan konsisten mendukung kewaspadaan di siang hari. Kebutuhan tiap usia berbeda.

Cek pemahaman

Cek pemahamanmu.

0/3 terjawab

Robot ilmuwan mengajak menguji pemahaman tentang tidur dan kerja otak.

Soal 1 / 3

Apa yang bisa terjadi saat seseorang sangat mengantuk?

Soal 2 / 3

Mengapa tidak ada hitung mundur pasti untuk bertahan tanpa tidur?

Soal 3 / 3

Apa kebiasaan yang mendukung kewaspadaan sehari-hari?

Geser kiri/kanan atau pakai tombol di samping